Example floating
Example floating
Berita

Sampah Menumpuk di Depan Kantor Lurah Tuah Karya, Warga Nilai Pemerintah Tutup Mata

40
×

Sampah Menumpuk di Depan Kantor Lurah Tuah Karya, Warga Nilai Pemerintah Tutup Mata

Sebarkan artikel ini

PEKANBARU, CEPASIA.ID- Tumpukan sampah yang menggunung di dalam parit depan Kantor Lurah Tuah Karya, Kecamatan Tuah Madani, Jalan Budi Daya, Pekanbaru, menjadi pemandangan yang memprihatinkan bagi masyarakat sekitar. Sudah berbulan-bulan lamanya, kondisi ini dibiarkan tanpa penanganan serius dari pihak kelurahan maupun instansi terkait.

Parit yang seharusnya berfungsi menyalurkan air kini tersumbat oleh plastik, ranting, dan sisa rumah tangga. Saat hujan turun, air meluap ke jalan dan permukiman warga. Ironisnya, lokasi ini tepat di depan kantor pemerintahan, tempat di mana seharusnya menjadi contoh kebersihan bagi warga.

Salah seorang warga sekitar, RN (38), menyampaikan kekesalannya. “Kami sudah sering lapor ke pihak kelurahan, tapi tidak pernah ada tindakan nyata. Katanya nanti dibersihkan, tapi sampai sekarang tetap saja begitu. Masa depan kantor lurah saja jorok begini, gimana mau urus lingkungan masyarakat?” ujarnya dengan nada geram.

Kondisi ini memperkuat penilaian publik bahwa Lurah Tuah Karya tidak becus menjalankan tugasnya dalam menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan. Warga menuding, perhatian pemerintah lebih banyak tersedot ke hal-hal seremonial dan proyek, sementara masalah dasar seperti sampah justru diabaikan.

Aktivis lingkungan dan sosial Pekanbaru, Cep Permana Galih, menilai fenomena ini sebagai bentuk nyata dari krisis moral pejabat publik.

“Jika depan kantornya saja dibiarkan kumuh, berarti ada yang salah dalam pola pikir kepemimpinan lurah. Lingkungan adalah cermin kejujuran dan tanggung jawab. Lurah seharusnya jadi teladan, bukan pembiar,” tegas Cep.

Ia juga menyoroti adanya dugaan penyelewengan anggaran kebersihan, karena hingga kini tidak ada kegiatan rutin pembersihan parit dan sampah di wilayah tersebut.

“Ini bukan hanya soal malas kerja, tapi bisa jadi indikasi penyalahgunaan dana operasional kebersihan. Kami akan desak pihak kecamatan dan inspektorat untuk melakukan pemeriksaan,” tambahnya.

Warga berharap Wali Kota Pekanbaru segera turun tangan dan menegur tegas Lurah Tuah Karya yang dinilai lalai dan abai terhadap tanggung jawab sosial serta lingkungan.

“Kalau lurahnya saja tidak peduli, bagaimana nasib warga? Kami butuh pemimpin yang hadir, bukan cuma duduk di balik meja,” tutup warga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *