MUARA TAKUS, CEPASIA.ID- Pada tanggal 20 Desember 2025 PSGB FC menyampaikan kekecewaan dan protes keras terhadap kinerja wasit serta panitia penyelenggara Turnamen Muara Takus Cup 2025 yang dinilai sangat tidak profesional dan mencederai nilai keadilan sepak bola.
Selama berlangsungnya turnamen, dua tim PSGB dirugikan secara nyata akibat keputusan wasit yang kontroversial serta lemahnya pengawasan panitia dalam proses pemilihan dan evaluasi perangkat pertandingan.
Kronologi Kejadian
1. PSGB Legend
Pada pertandingan yang menentukan, gol kemenangan PSGB Legend yang tercipta di sisa satu menit akhir pertandingan dianulir dengan alasan offside. Keputusan tersebut berujung pada adu penalti yang akhirnya dimenangkan lawan.
Namun setelah pertandingan, video yang beredar secara luas menunjukkan bahwa gol tersebut sah dan tidak offside sama sekali, membuktikan adanya kesalahan fatal dari wasit.
2. PSGB FC (Semifinal vs MBR FC)
Dalam laga semifinal, terjadi dua pelanggaran handball yang sangat jelas serta satu tekel keras di dalam kotak penalti yang seharusnya berbuah tiga tendangan penalti untuk PSGB FC.
Wasit berdalih “pandangan tertutupi” dan tidak mengambil keputusan yang semestinya. Lebih jauh lagi, waktu normal pertandingan telah terlampaui cukup lama, namun wasit tidak segera meniup peluit akhir hingga akhirnya MBR FC berhasil menyamakan kedudukan dan kembali PSGB FC harus kalah melalui adu penalti.
Evaluasi dan Tuntutan
PSGB FC menilai bahwa:
Wasit gagal menjalankan tugas secara adil dan profesional
Panitia lalai dan tidak belajar dari kesalahan berulang dalam penunjukan wasit
Keputusan-keputusan tersebut merusak sportivitas dan kepercayaan publik terhadap turnamen
Kami menegaskan bahwa sepak bola dirugikan oleh kepemimpinan pertandingan yang bobrok.
Perlu diketahui, bukan hanya PSGB FC yang menyuarakan protes.
Sebelumnya, Blackgoat FC, Muttan FC, serta tim-tim lain juga melayangkan keberatan serupa, bahkan Muttan FC sempat menolak melanjutkan pertandingan sebagai bentuk protes atas kepemimpinan wasit.
Penutup
PSGB FC mendesak panitia Muara Takus Cup untuk:
Melakukan evaluasi menyeluruh terhadap wasit dan perangkat pertandingan
Menyampaikan klarifikasi terbuka kepada publik dan permintaan maaf kepada semua tim yang dirugikan selama gelaran turnamen ini.
Menjamin standar keadilan dan profesionalisme pada turnamen ke depan
Kami percaya bahwa sepak bola hanya bisa berkembang jika kejujuran, keadilan, dan integritas benar-benar dijunjung tinggi.
Wasit bobrok, panitia gagal, sepak bola dicederai.
Hormat kami,
Manajemen PSGB FC













