AGAM, CEPASIA.ID- Dewan Pimpinan Wilayah Perkumpulan Wartawan Media Online Indonesia (PWMOI) Provinsi Riau menyampaikan keprihatinan mendalam atas kondisi penanganan bencana di Kecamatan Matur dan Palimbayan, Kabupaten Agam, yang sampai saat ini dinilai belum mendapatkan perhatian optimal dari pemerintah daerah maupun instansi penanggulangan bencana.
Tim Darurat PWMOI Riau di wakili oleh mitrapolda.online yang sejak awal telah berada di lapangan menemukan bahwa hingga hari ini belum terlihat adanya posko resmi darurat bencana dari Pemkab Agam, BPBD, Basarnas, maupun BNPB di wilayah Matur. Minimnya kehadiran aparat juga menjadi perhatian serius, termasuk dari unsur kepolisian setempat.
Sebaliknya, unsur yang paling aktif memberikan bantuan adalah Satgas Kodim 0304/Agam, beserta jajaran Koramil yang bersama masyarakat melakukan gotong royong di sejumlah titik, termasuk:
Pembuatan jembatan darurat di Lawang yang dipimpin Wali Nagari Lawang, Sdr. Frengky, S.pd bersama tokoh masyarakat dan donatur,
Pembukaan akses jalan Nagari Lawang menuju Jorong Pembantyangan dan titik longsor lain yang dikerjakan bersama Babinsa dan Koramil Matur.
Ketua DPW PWMOI Riau ,Rio kosary menyampaikan bahwa kondisi ini menunjukkan bahwa bencana di Kecamatan Matur tidak boleh dipandang sebelah mata. Matur merupakan jalur vital dan urat nadi akses Kabupaten Agam menuju Bukittinggi, Lubuk Basung, serta koneksi utama ke Provinsi Riau.
> “Kami melihat fakta di lapangan, masyarakat bersama TNI bekerja hampir tanpa dukungan penuh dari pemerintah daerah maupun instansi teknis. Jembatan Panta Pauh dan akses utama hanya bisa terbuka karena swadaya masyarakat dan upaya TNI. Bila ini tidak segera ditangani pemerintah, ribuan warga berpotensi terisolasi dan krisis distribusi logistik,” tegas tim PWMOI Riau di lokasi.
PWMOI Riau menilai lambannya respon pemerintah dapat menimbulkan dampak yang lebih besar, termasuk terhambatnya distribusi bantuan, jatuhnya korban karena akses terputus, serta tidak optimalnya penanganan wilayah terdampak longsor dan banjir.
Untuk itu, DPW PWMOI Riau secara tegas menyerukan:
1. Pemkab Agam, BPBD, Basarnas, dan BNPB segera mendirikan posko darurat resmi di Kecamatan Matur dan Palimbayan.
2. Penempatan personel penanganan bencana di titik-titik kritis guna membantu evakuasi, akses jalan, dan pendataan korban.
3. Percepatan pembukaan akses jalan utama, terutama Jembatan Panta Pauh dan jalur menuju Palimbayan.
4. Distribusi bantuan logistik, kesehatan, dan perlindungan warga secara terstruktur dan terkoordinasi.
5. Kolaborasi aktif dengan media, relawan, dan masyarakat lokal sebagai mitra strategis dalam penanganan bencana.
PWMOI Riau menegaskan komitmennya untuk terus melakukan monitoring, peliputan, dan publikasi fakta lapangan secara objektif demi mendorong percepatan penanganan bencana dan memastikan hak masyarakat untuk mendapatkan perhatian yang layak dari pemerintah.













