PEKANBARU, CEPASIA.ID- Revitalisasi wawasan Nusantara merupakan Langkah yang kursial bagi generasi saat ini, namu tantangan terbesar saat ini bukan lagi persoalan invasi fisik namu menjadi oermasalahan Adalah krisis identitas sebaga generasi bangsa akibat di pengaruhi oleh budaya. Generasi saat ini lebih bangga dari budaya luar ketimbang budaya sendiri sehingga jati diri bangsa mulai redup tanpa memperdulikan kolektif bangsa.
Kita harus Kembali dalam menumbuhkan jati diri bangsa melalui semangat keindonesiaan dengan cara ini kita akan muda mengembalikan nuansa Nusantara dan kebhinekaan Tunggal ika dalam kehidupan sehari hari, kita harus memberikan nilai nilai kebangsaan dalam terhadap generasi bangsa, dengan cara mengajarkan bahwa wawasan Nusantara Adalah cara pandang kita melihat keberagaman sebagai kekayaan bangsa.
Generasi muda perluh memahami idntitas kebagsaan sebagai jati diri generasi muda.dengan car aini kitta akan menumbuuhkan kesadaran agar mereka tidak tersesat dalam di Tengah arus globalisasi,perluh kita melakukan mengatasi krisis identitas kader sebagai benteng dalam menerapkan nilai nilai identitas kebangsaan.
Di Tengah gempuran tren globalisasi saat ini Pancasila harus berfungsi sebagai penyaring dengan ini mengajak generasi mudah bukan sekedar saja menghafal sila silanya tetapi harus diajarkan cara menerapkan nilai nilai gotong royong dan toleransi dalam interaksi sebagai anak bangsa sehingga menjadi bangsa yang religious untuk menghargaikeberagaman di wilaya Nusantara.
Krisi identitas sering terjadi kurangnya literasi dalam mengenal bangsa sendiri di bandingkan dengan generasi barat, ini yang perlu kita atasi dalam minimnya pemahaman terkai kebudayaan Nusantara, mengenal sejara Nusantara sebagai sprit kebangsaan dalam kehidupan bermasyarakat dengan kondisi kit akita harus sering mentransformasikan Pendidikan karakter dan kebuddayaan, sering saya ketahui bahwasanya masih banyak generasi saat ini akan lupa dengan sejara bangsanya sendiri sebab saat ini generasi muda menganggap bahwa sejara tidak perluh kita pelajari cukup kita ketahui saja tanpa mengkaji dan literatul Sejarah, pikiran generasi seperti ini butuh diperkuat jati diri dalam menbangun kesadaran sebagai anak bangsa harus memahami dan perluh diketahui Nasib bangsa kedepanya bila tidak ada kesadaran dalam mengenal sejara bangsa, kafrena Nusantara merupakan sebagai identitas yang mencerminkan jati diri bangsa yang kuat di erat moderb ini.
Ini yang harus kita tunjukan kepada public bahwa generasi sekarang masih memiliki semangat juang dalam menjaga nilai nilai kebangsaan diera modern ini, tetapi juga geberasu muda sebagai tongkat estafet bangsa membutuhkan figur untuk mendidiknya. Proses membangun Kembali kepercayaan diri ketiak seorang generasi bangga dengan budayanya sendiri tanpa menerapkan budaya luar, sehingga krisis identitas tidak akan lagi menjadi sebagai ancaman bagi generasi bangsa, melainkan sebagai peluang dalam untuk tampi dengan ciri khas sesuai suku dan bangsa Indonesia salah satu nilai ciri yang unit bangi bangsa lain teruntuk di mata dunia.
Mengatasi krisi identitas bangsa terhadap generasi muda memerlukan pendekatan yang berkolaboratif anatara individy,keluarga dan liinkungan sosial sebagai dalam revitalisasi wawasan Nusantara, Pendidikan yang harus dibangun harus menyentuh emosi tentang perjuangan leluhur dan nilai sebuah peristiwaan dalam menjaga kedaulatan bangsa untuk anak anak yang akan mendatang sehingga bisa melanjutkan nilani Nusantara sebagai dasar keghidupan bagi Masyarakat dan melakukan re branding dalam mendukung Gerakan bukian karena kewajiban tapi karena kualitas anak bangsa dalam berkarya harus terus menerus dalan ,elihat langsung anak anak muda trerhadap tanah airnya sendiri sebagai anak bangsa akan menguat secara alami.













